Bagaimana cara mudah orangtua dalam mengajarkan nilai toleransi kepada anak-anaknya? Mendongenglah. Dengan membungkus nilai toleransi dengan keseruan cara mendongeng, cara ini bisa lebih manjur ketimbang orangtua sekadar memberikan nasihat atau larangan.

Maka tak heran jika sekarang bermunculan buku cerita anak, media yang dapat digunakan sebagai mendongeng, yang di dalam ceritanya menyisipkan nilai-nilai toleransi. Buku berjudul Jenggo Ayam Jago yang Sombong salah satunya.

Buku ini menampilkan sosok Jenggo yang kesal, sejak ada para kambing di peternakan. Pak Sukarasa sang pemilik peternakan, menurut Jenggo jadi membagi perhatiannya. Ia bahkan khawatir lama-lama peternakan yang awalnya hanya untuk ayam saja, bisa berubah menjadi peternakan kambing. Ia pun nekad mengambil tindakan! Di akhir buku, ada sebuah twist cerita yang membuat Jenggo menyadari kesalahannya.

Buku ini mengangkat isu perundungan (bullying) dan diskriminasi, topik-topik yang masih relevan saat ini, dan diharapkan dapat menjadi media cerita untuk mengajarkan empati pada anak.

Jenggo Ayam Jago yang Sombong ditulis oleh Sekar Sosronegoro, yang juga menulis dua buku seri toleransi yang diproduksi oleh penerbit Buah Hati. Sementara ilustrasi dipercayakan kepada Mira Tulaar. Di dalam profil yang tercantum di dalam buku, Sekar menyatakan kepercayaannya bahwa empati adalah ketrampilan hidup berharga di masyarakat majemuk yang dapat mencegah perilaku perundungan dan diskriminasi.