Fasih berbicara Indonesia, Ben, panggilan akrab dari Benjamin Maxi, merupakan pria kelahiran Kanada, tapi tumbuh dan besar di Indonesia.

Bahkan, ia paham nilai budaya masyarakat kita yang beragam, tapi tetap saling menghargai dan menghormati. “Nilai Bhinneka Tunggal Ika itu sangat tinggi, harusnya ada dalam hati setiap orang, tapi ini masih jarang terwujud dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ben.

Karena kecintaannya terhadap nilai khas Indonesia tersebut, Ben mengaku hanya butuh sedikit pertimbangan baginya untuk menjadi relawan dan mengisi program Kelas Profesi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bakti Karya Parigi, di Pangandaran, Jawa Barat.

Ia bahkan mengajak serta istrinya untuk tinggal selama satu bulan di “Kampung Nusantara”, julukan baru untuk Desa Cintakarya, lokasi tempat SMK berada.

Program Kelas Profesi merupakan bentuk partisipasi publik. Program ini mempertemukan kalangan profesional dengan siswa Kelas Multikultural untuk membuka cakrawala pengetahuan, perspektif tentang pandangan dunia, referensi kerja, peningkatan keterampilan, dan membuka peluang relasi.

Sebagai sarjana pertanian dari sebuah universitas di Amerika Serikat, Ben berkenan mengajarkan kepada para siswa mengenai teknik agronomi yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu, Ben juga mengajarkan life skills lainnya yang sekiranya bermanfaat bagi para siswa.

Program ini telah berjalan sejak Juli 2016 dan melibatkan lebih dari 60 kalangan profesional. Dilaksanakan setiap Sabtu dengan fasilitas homestay dan layanan VolunTourisme. Jadi tak hanya menjadi relawan, tapi juga menikmati berbagai wisata di Pangandaran.

Kelas Multikultural sendiri merupakan sebuah model pembelajaran dengan peserta didik terdiri dari siswa yang berlatar belakang berbeda, mulai dari daerah, suku, etnis, agama, kepercayaan, bahasa, dan budaya.

Lima konsep kelas multikultural adalah; toleransi, perdamaian, eksplorasi budaya, kelas aktif dan terkoneksi. “Saya tertarik sekali menjadi relawan karena sekolah ini memiliki nilai keragaman, murid-muridnya beragam dalam agama dan budaya, begitupun para relawannya,” ungkap Ben.

Dengan semangat itu, Ben mengajak masyarakat luas untuk tidak sungkan untuk menjadi relawan di SMK Bakti Karya. Menurutnya, sarat utama untuk menjadi relawan di sini adalah jangan pernah merasa sempurna dan merasa punya ilmu untuk diberikan, karena justru para relawan yang banyak belajar dari para siswa. Kamu tertarik menjadi relawan?