Akhir 2017, curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Gunung Kidul membuat Kali Oyo di Yogyakarta meluap dan menyebabkan bencana banjir bandang. Sejumlah jembatan putus, lahan pertanian rusak parah dan jalur transportasi terputus.

Seperti diingatkan oleh alam, bahwa keberadaan manusia harus selaras dengan lingkungannya. Aminuddin Aziz dari Komunitas Lintas Iman Gunung Kidul mengajak masyarakat untuk bergotong royong memperbaiki kondisi bantaran Kali Oyo.

Gerakan ini dilakukan secara kolektif bersama elemen masyarakat dari latar belakang agama berbeda. Ini sekaligus ingin menunjukkan bahwa, masyarakat Gunung Kidul memiliki semangat bhinneka tunggal ika yang sangat kuat.

Kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia, terutama di Jawa, sesungguhnya tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan kali atau sungai.

Begitupun dengan keberadaan Kali Oyo yang berasal dari Gunung Gajah Mungkur dan Gunung Kukusan, Wonogiri dan mengalir di sepanjang 106 kilometer di wilayah Yogyakarta.

Dapat dibayangkan bahwa Kali Oyo memberikan kehidupan bagi banyak sekali manusia yang hidup di sepanjang alirannya, mulai dari mereka yang bercocok tanam di daerah aliran sungai, memanfaatkan airnya untuk pertanian dan lain sebagainya.

Anak marjinal butuh pendidikan. Bacalah aksi gerakan yang concern isu ini. 

Lebih Memahami Alam

Kegiatan revitalisasi Kali Oyo dilakukan dengan mengajarkan masyarakat cara bercocok tanam dan bertani dengan sistem organik yang ramah lingkungan, seperti menamam sayur mayur dan buah-buahan. Sampai dengan saat ini, sudah lebih dari 1.500an pohon yang ditanam.

Selain itu, mereka juga mengajak masyarakat sekitar dan dari luar untuk menikmati ekowisata yang menawarkan eksotisme Kali Oyo. Di tempat itu dibangun saung, kafe dan tempat makan dengan bahan yang sebagian dihasilkan dari hasil bercocok tanam di bantaran Kali Oyo.

Aziz juga mengajak masyarakat untuk membangun jembatan penghubung untuk memudahkan akses masyarakat ke lahan pertanian mereka. Tentu upaya ini hanya bagian kecil dari upaya revitalisasi yang harus dilakukan di sepanjang aliran Kali Oyo.

Upaya revitalisasi ini seperti mengukuhkan apa yang pernah diungkapkan Albert Einstein, “Jika kita bisa lebih memahami alam, maka kita bisa lebih mengerti yang lain dengan lebih baik”. Dalam hal ini, mengerti akan kekuatan kebinekaan.

(Teks: Day Firman, videografer: M. Khadafi)

Artikel seru lainnya:
Bermaknanya Dongeng Negeri Pelangi
Bush dan si Pria Gondrong