“To reach peace, teach peace”. Kalimat ini menggambarkan perjuangan Peace Generation. Berawal dari kekhawatiran dari konflik yang terjadi antara suku dan agama seperti di daerah Ambon dan Poso, Irfan Amalee dan Eric Lincoln berinisiatif untuk mempromosikan perdamaian dengan media kreatif.

Wujud dari inisiatif ini adalah Peace Generation, sebuah organisasi yang secara aktif membuat media pembelajaran kreatif tentang perdamaian yang dapat digunakan di sekolah dan komunitas.

Berdasarkan data yang diambil oleh Peace Generation, terdapat perbandingan signifikan antara konflik lama dengan konflik baru, yaitu 9:1.

Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konflik yang terjadi selama ini merupakan konflik turunan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pengenalan satu sama lain.

Pencegahan Konflik

Tanpa adanya pengenalan akan perdamaian, maka konflik-konflik ini berpotensi terus bergulir dari generasi ke generasi. Peace Generation menilai bahwa pencegahan konflik di suatu generasi tak kalah penting dengan resolusi konflik.

Melalui kerjasama dengan berbagai macam pihak, Peace Generation berhasil ‘memperkenalkan’ perdamaian ke masyarakat luas. Hingga saat ini, terdapat total 30.000 orang di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Australia yang mempelajari dan mengimplementasikan perdamaian dalam komunitasnya.

Peace Generation memproduksi kaos dengan tulisan yang berkaitan dengan perdamaian, pin, buku seri nilai perdamaian untuk anak Indonesia, dan Peace Book.

Produk-produk kreatif Peace Generation yang dekat dengan masyarakat membantu proses pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai perdamaian.

Saat ini Peace Generation masih terus melakukan kegiatan dan memproduksi medium kreatif dalam mempromosikan perdamaian agar semakin banyak orang yang merasakan indahnya dan pentingnya perdamaian.

Mau profil gerakan, atau organisasi Anda ditampilkan di sini? Silakan klik ini.