Apa kamu pernah mendengar tentang Masjid Istiqlal di Jakarta? Nama masjid besar yang berdiri megah di bilangan Jakarta Pusat ini memiliki arti ‘merdeka’. Masjid Istiqlal merupakan perwujudan indahnya toleransi di Indonesia.

Selain lokasinya yang bersebelahan dengan Katedral yang merupakan tempat ibadah umat Katolik, Masjid Istiqlal dirancang oleh Frederich Silaban, seorang arsitek beragama Kristen yang memenangkan sayembara pembuatan masjid tersebut.

Dengan moto ‘ketuhanan’, gambar maket karya Frederich dipercaya mampu menggambarkan filosofi pendirian Masjid Istiqlal.

Tidak hanya Masjid Istiqlal, Indonesia memiliki bangunan-bangunan lain yang menjadi bukti hadirnya toleransi di negeri ini. Berikut ini beberapa di antaranya.

Menara Kudus

Salah satu bangunan lain yang menjadi perwujudan toleransi antarumat beragama di Indonesia adalah Menara Kudus di Sumenep, Jawa Tengah.

Menara Kudus sendiri adalah sebuah bangunan serupa candi yang terdapat di kompleks Masjid Menara Kudus. Keberadaan candi di dalam kompleks masjid ini bukan tanpa alasan. Menara yang dibangun pada tahun 1549 M didirikan sebagai wujud perdamaian dan toleransi antara umat Islam dan umat Hindu.

Menara Kudus merupakan inisiasi Sunan Kudus utnuk menunjukan bahwa umat Islam dan umat Hindu hidup berdampingan pada masa itu.

Artikel seru lain: Wujudkan Mimpi Anak Marjinal Lewat Pendidikan

Tugu Ajaran 5 Agama

Sikap toleran ini menyebar di seluruh Indonesia, termasuk di daerah Sulawesi. Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terdapat Tugu Ajaran 5 Agama yang menjulang di Bukit Kasih Kanonang. Uniknya, tempat ini juga dipercaya sebagai tempat tinggal awal nenek moyang suku Minahasa.

Tempat ini pada akhirnya dinamakan Bukit Kasih sebagai wujud keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia, dan penekanan bahwa masyarakat Indonesia yang majemuk sudah hidup berdampingan sedari dulu.

Di Ambon, kita bisa menemukan kampung multikultur. Konsep kampung multikultur ini sederhana, yaitu warga yang tinggal di kampung tersebut dapat hidup secara harmonis meski pun berbeda keyakinan. Pemerintah Provinsi Maluku juga telah membangun pusat kajian keagamaan.

Dengan fakta-fakta ini, Kota Ambon mendapatkan predikat kota paling toleran ketiga di Indonesia versi Kementerian Agama RI. Keren ya!

Masih banyak bangunan-bangunan fisik lain yang menjadi perwujudan bahwa toleransi dan keberagaman adalah karakteristik bangsa Indonesia.

Bangunan tersebut dapat membantu kita untuk mengingat dan meresapi nilai-nilai toleransi, namun, menerapkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari tentu merupakan hal yang paling penting. Jadilah duta damai di kotamu!