Indonesia punya semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” yang sudah tercipta sejak abad ke 14 semasa Kerajaan Majapahit. Semboyan ini ditulis oleh Mpu Tantular dalam Kitab Sutasoma untuk mengajarkan toleransi antara pemeluk Hindu Siwa dan Buddha.

Upaya untuk hidup berdampingan meski berbeda-beda rupanya sudah diusahakan sejak dulu. Termasuk empat tradisi unik, menarik dan sarat toleransi dari beberapa daerah di pelosok nusantara ini.

  • Tradisi Titip Rumah

Sudah sejak puluhan tahun, di daerah Desa Moncongloe Lappara, kabupaten Maros Sulawesi Selatan, terjalin tradisi Titip Rumah. Sesuai dengan namanya, apabila warga yang beragama Islam harus pulang kampung (biasanya ke daerah Bone) saat Lebaran tiba, maka warga yang beragama Kristen akan membantu menjaga rumah mereka.

Begitu pula saat menjelang Natal, warga yang beragama Kristen biasanya berkunjung ke rumah sanak saudara di Manado, mereka tak perlu khawatir meninggalkan rumah, karena tetangganya yang Muslim siap dititipi rumah saat mudik.

  • Tradisi Ngejot

Saling memberi di saat salah satu kerabat, sahabat hingga tetangga merayakan hari raya keagamaannya, itulah semangat dari tradisi ini. Kata “ngejot” sendiri memang berarti memberi.

Tradisi yang populer di Bali ini biasanya dilakukan oleh umat Hindu dan Muslim. Misalnya saja, saat Lebaran, keluarga Muslim akan mengantar hantaran berupa opor, ketupat, sambal goreng ke tetangganya yang Non Muslim. Begitu pula bagi umat Hindu yang menerapkan tradisi ini saat merayakan Hari Raya Nyepi, Galungan dan Kuningan.

Baca juga: Bangunan-Bangunan Ini Berdiri Karena Toleransi! Apa Saja, Ya?

  • Pela Gandong

Tradisi pela gandong atau tradisi mengikat janji persaudaraan di Maluku ini sebenarnya sudah ada sejak dulu. Bahkan tradisi ini digunakan pula untuk mengikat persaudaraan antara kolonial Belanda dan orang-orang Maluku Tengah.

Sayang, tradisi ini tidak bisa membendung kerusuhan hebat antaragama yang terjadi di Maluku tahun 1999 lalu. Meski begitu, tradisi ini kian menguat pasca konflik. Warga Ambon yang beragam Muslim bergotong royong membangun gereja, begitu pula sebaliknya—hal ini karena adanya komitmen dan tali persaudaraan yang diikat melalui tradisi Pela Gandong.

  • Megibung

Tradisi megibung yang dimiliki Kampung Singaraja, Buleleng, Bali ini punya kesamaan dengan tradisi bancakan yang juga dikenal di Tanah Jawa. Konon ritual ini diperkenalkan oleh Wali Songo dan masih eksis hingga hari ini.

Biasanya warga Muslim dan Hindu berkumpul untuk makan bersama-sama dari satu wadah besar. Seolah tidak ada sekat dan batas, dan dibersatukan dalam jamuan makan bersama.